Kecerdasan Keuangan, Ayo Praktek dan Pelajari !

Sayang banget kita di sekolah tidak di ajari Kecerdasan Keuangan. Sepertinya lebih tabu dari Pengetahuan Sex (yg sdh diajarkan sejak kelas 3 SD). Sedangkan Kecerdasan Keuangan sampai S3 pun tidak di ajarkan.

Keputusan yg paling penting dalam kehidupan keuangan kita adalah apa pun profesi kita, kita memutuskan juga sebagai Investor.

Sehingga kita punya pasif income yg lebih dari gaya hidup kita. Tidur pun dapat income. Jalan2 ke luar negeri pun uangnya bertambah. Di tinggal olah raga pun uang nya bertambah.

Kecerdasan Keuangan dimulai dengan mengenal 2 hal :

  1. Pendapatan (Income)
  2. Pengeluaran (Spending)

Income ada 3, yaitu :

1. Aktif income
2. Portfolio income
3. Pasif income

1. Aktif income.
Baik kita kerja ikut orang (pajak progresif sd 30%). Mau pun buka bisnis (Badan Usaha pajaknya progresif 25%, bagi deviden tambah 10% lagi)..

  • Kerja ikut orang
  • Profesional. Dokter, Penyanyi, Lawyer, Dukun, Fotographer, Pembicara, Guru Les… dll yg tidak bisa digantikan orang lain.
  • Bisnis yg tidak bisa jalan tanpa dia.

2. Portfolio Income.
Yaitu income yg timbul karena Capital Gain dari asset kita. Misal property beli dari th 2005 Rp. 2 M. Skrg th 2017 jadi Rp. 20 M. Maka kekayaan kita meningkat Rp. 18 M tanpa di sadari. (Pajak Final dari Rp. 20 M, hanya 2.5%…. jauh lebih murah daripada jadi karyawan atau bisnis sendiri). Ini yg di sebut Ghost Income, Phantom Income, atau Invicible Income. Income yg tidak kelihatan. Sayang kalau kita tidak mengembangkan income jenis ini. Krn Tidur pun kita bertambah kaya.

Bisa juga dari kenaikan harga saham, misal kita beli saham tahun 2007 harga Rp. 1 M. Skrg jadi Rp. 10 M. (Pajak Final hanya 0.1% dari Rp. 10 M murah banget tho). Namun saham scr umum lebih beresiko krn harga lebih fluktuatif. Lebih baik BELAJAR dg benar lebih dahulu.

3. Pasif income.
Yaitu Income dari Sewa Properti kita (Pajak hanya 10% Final). Atau Deviden dari Saham. Bunga Deposito (ini kurang joss, krn tidak ada capital gain atau kenaikan harga modal, pajak 20% final.., tapi ya lumayan dari pada kagak ada… . Income dari Royalty Buku, Lagu, Sistem kerja, Patent penemuan, dll.

  • Properti : kos-kosan, rumah bedeng, ruko- apartemen-kios-gudang-mal yang disewakan, tanah bagi hasil, hotel, sarang walet dll.
  • Bisnis yang jalan tanpa kita.
  • Surat berharga : deviden dari saham, bunga deposito, royalty dari buku, cd, sistem.

Sementara itu, spending ada 4, yaitu :

1. Produktif.
2. Konsumtif.
3. Tampak Produktif padahal konsumtif.
4. Tampak Konsumtif padahal Produktif.

1. Produktif
yaitu pengeluaran yg menghasilkan Aktif Income, Pasif Income dan Portfolio Income Lebih Besar

2. Konsumtif
yaitu pengeluaran yang:

  • Langsung Hilang, habis tidak ada nilai nya lagi. Utk Makan, Minum, Pakaian, Tour, biaya perjalanan, main game, dll.
  • Pasif Spending. Yg tidur pun terus harus keluar tiap bulan/tahun (tiap waktu tertentu). Spt cicilan bank (walau ut beli properti yg ada capital gain). Biaya bulanan listrik, air, telpon, langganan internet, biaya sewa kost, sewa rumah, netflix, HBO, Spotify, cicilan motor, mobil, panci… betul ada yg panci pun nyicil… dll

3. Tampak Produktif padahal Konsumtif.
Ini adalah pengeluaran seolah2 perlu utk Produktif meningkatkan Income baik scr Aktif, Pasif maupun Portfolio. Padahal tidak perlu : Contoh : nyicil motor baru, dg alasan utk kerja. Padahal utk Gaya. Motor bekas memang kenapa? Nabung dulu baru bayar tunai motor bekas yg harganya jauh lebih murah dan masih handal dipakai. Contoh lain: jual 5 ruko sewaan utk bangun rumah tinggal yg mewah. Betul scr umum rumah mewah pun akan naik nilainya, ada capital gain/portfolio income. Namun mestinya tidak perlu menjual 5 ruko. Karena ruko juga akan dapat capital gain. Sedang ruko tadinya bisa di sewa2kan dan menghasilkan Pasif income. Skrg jadi rumah mewah yg ditempati sehingga tidak ada pasif income malah jadi keluar Pasif Spending spt biaya Listrik, Air, Keamanan, Pajak Bumi Bangunan, biaya perawatan dll yg terus wajib keluar tiap bulan tiap tahun. Sibuk menipu diri sendiri.

4. Tampak Konsumtif namun sebenarnya Produktif
ada 3:

  • Untuk Belajar. Baik ikut Seminar, Beli Buku, CD, langganan Rangkuman buku2 bermutu, Kursus, Pelatihan, Olah raga yg meningkatkan kesehatan… dll
  • Bergaul dg Orang2 Sukses utk belajar kenapa dia Sukses. (Bukan belajar negatif nya. Krn org sukses juga ada negatifnya, tidak selalu positif). Nraktir orang kaya, ikut tour mahal (luangkan waktu utk nempel dan belajar).., dll.
  • Amal. Amal terbaik adalah utk orang tua. Juga ut orang2 sekitar kita. Kita tidak bisa outgive God. Tuhan selalu memberi lebih dari yg bisa kita berikan.

Cash flow positif, aliran uang masuk tiap bulan, tiap tahun tanpa bekerja lebih besar dari gaya hidup ini lah yg harus terus di tingkatkan. Jadikan lah Goal dalam Kehidupan Keuangan Anda.

Caranya sederhana namun memerlukan kedisiplinan. Yaitu “Terima uang, langsung kita sisihkan dulu utk investasi, sisanya terserah kita mau dihabiskan atau tidak“. Dg disisihkan setiap terima uang, maka akan terkumpul cukup uang untuk investasi. Bila tidak pernah disisihkan mana ada yg bisa di investasikan..? Insyaf hoiii…!!!!! (Sorry pakai tanda seru banyak.)

Sayang orang tidak tahu, tidak sadar, atau yg parah adalah… sudah diberitahu namun tidak mau tahu… (mau nya tempe…). Ndableg dg sejuta alasan. Alasan yg paling populer adalah “Lha income saya sekarang untuk hidup saja susah… mana ada yg bisa di sisihkan..”.

Semua hanya soal keyakinan dan kebiasaan. Dengan posisi sama persis orang di atas selalu ada orang yg bisa menyisihkan. Krn dia punya keyakinan “Berapa pun income saya, Begitu saya terima, harus saya sisihkan terlebih dulu, entah Rp. 1.000, kalau pas income sedikit, atau Rp. 100.000 pas income bertambah banyak.., Pasti Bisa“.

Supir saya kerja 20 th sdh punya 5 kamar kost. Dan 3 rumah.

GM saya kerja 12 th. Sdh punya rumah, punya 3 franchise dan sedang bangun rumah bedeng ut di kontrak2kan.

Alasan kedua yg populer adalah: “Saya sdh menyisihkan sih, namun habis terus…, ada saja kebutuhan yg mendesak”.

Sekali lagi semua adalah soal Keyakinan dan Kebiasaan. Pengeluaran yg mendesak ada dua, yg sungguh2 perlu dan yg sebetulnya tidak perlu atau bisa di ganti dg yg lebih murah.
Contoh di talk show Radio SmartFM ada yg Bilang “Pak, gaji saya Rp. 3 juta, ut nyicil motor saja Rp. 1,5 juta, belum makan, belum minum.., mana bisa menyisihkan“. Tampak berat ya….? Nah siapa yg nyuruh nyicil Motor Rp. 1.5 juta? Beli Motor yg harga nya Rp. 20 juta an? Dicicil 2 th total habis Rp. 36 juta an. Setelah 3 th motor di jual tinggal Rp. 12 juta an? Hidup penuh pilihan. Kalau motornya perlu, silakan beli bekas yg Rp 3 juta an. Juga bisa. Nabung dulu baru beli. Jadi tidak perlu bayar bunga kredit yg tinggi.

Semua terserah anda kok. Mau ngotot dan minta dimengerti, minta dimaklumi kalau anda ini incomenya kecil tidak bisa menyisihkan utk investasi… ya silakan. Tidak mau belajar dan usaha lagi utk mengembangkan income… Lha nasib ya nasib anda sendiri. Tua sengsara ya yang sengsara anda sendiri kok repot. Minta dimengerti? Minta dimaklumi…? Kita maklumi deh… gampang tho….

Atau anda terus Ngotot berusaha mengerti.., belajar STRATEGI, KEYAKINAN serta KEBIASAAN orang2 yg kaya punya Aktif Income Besar, serta punya Invicible Income Buesaar, Pasif Income Mbah nya Buesaaaar. Maka kemungkinan anda Sukses Kaya akan lebih besar dari yg pasrah atau putus asa tidak mau berusaha lagi.

 

Terus Belajar dan Praktek. Bergaul dengan orang2 yg Waspada, Semangat dan Positif. Bergaul dg orang2 yg kita ingin jadi.

Hidup Penuh Pilihan. Silakan Pilih yg Terbaik buat Anda.

Bila anda ingin dapat Pelatihan melalui email selama 365 hari senilai Rp 3.600.000,- Tapi Khusus untuk 100 pembcara dihari ini menjadi Gratis, silakan klik untuk daftar

Silakan Share artikel ini ke teman dan Saudara bila anda anggap bisa bawa Manfaat.

Salam Dahsyat Selalu.

Tung Desem Waringin.
(Penulis Buku Terlaris Rekor “MURI” FINANCIAL REVOLUTION, MARKETING REVOLUTION dan yg akan terbit LIFE REVOLUTION. (Learning and Practicing What Really Matters in Life). Silakan Follow
Twitter: @TungDW.
Instagram: @TungDW_Official
Facebook: facebook.com/tungdw.tdw
Website: www.dahsyat.com

Note: Bersyukur Sangat Penting, ini membuat kita Bahagia. Namun kalau bersyukur hanya agar kita berhenti, tidak perlu berusaha maju, maka Bahagianya adalah Bahagia Naif. Maka Lebih Penting lagi Bersyukur dan Tetap Mau Maju, inilah Bahagia Sejati.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *